Senin, 20 Oktober 2014

laporan pendahuluan



LAPORAN PENDAHULUAN
HIPERTENSI ESENSIAL


DISUSUN OLEH :
Hadirothul tarfiyana
Luluk atin mustinfada

AKADEMI KEBIDANAN DHARMA PRAJA BONDOWOSO
2013-2014

BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 PENGERTIAN
Tekanan darah adalah kekuatan yang dikeluarkan oleh darah pada dinding pembuluh darah
(ruth jhonson dan wendy taylor,2005:53)
Hipertensi Esensial adalah kondisi permanen meningkatnya tekanan darah dimana biasanya tidak ada penyebab yang nyata.Kadang-kadang keadaan ini dihubungkan dengan penyakit ginjal,phaeochromocytoma atau penyempitan aorta,dan keadaan ini lebih sering muncul pada saat kehamilan.

                   (A.Retno Murti Suryaningsih dan ery fatwamati,2011:64)
Hipertensi yang banyak dijumpai adalah hipertensi essensial jinak dengan tekanan darah antara 140/90mmHg  dan 160/100 mmHg
(dr.ida ayu C. Manuaba,dkk.2010:335)
Hipertensi merupakan kelainan vaskuler yang terjadi sebelum kehmilan atau timbul dalam kehamilan atau permulaan nifas.Golongan penyakit ini ditandai dengan hipertensi dan kadang disertai proteinuria,oedema,konfulsi,coma atau kejala lain.
                        (Fakultas kedokteran Universitas Padjajaran,1984:89)
 Hipertensi merupakan salah satu masalah medis yang sering kali muncul selama kehamilan dan dapat menimbulkan komplikasi pada 2-3% kehamilan .
                        (Fadlun,SST dan dr.Achmad Ferianto.SpOG,2011:49)
Hipertensi yang menyertai kehamilan adalah hipertensi yang telah ada sebelum kehamilan.apabila dalam kehamilan disertai dengan proteinuria dan edema maka di sebut pre eklamsia yang tidak murni,penyebab utama hipertensi pada kehamilan adalah hipertensi essensial dan penyakit ginjal
(dr.ida ayu C. Manuaba,dkk.2010:335)

2.2  ETIOLOGI                                 
Tekanan darah semakin meningkat seiring penuaan dan resiko untuk menjadi hipertensi di kemudian hari cukup tinggi. Hipertensi diakibatkan oleh interaksi gen yang kompleks dan faktor lingkungan .
Berbagai gen yang sering ditemukan sedikit berpengaruh pada tekanan darah sudah di identifikasi,demikian juga beberapa gen yang jarang berpengaruh besar pada TD tetapi dasar genetik dari hipertensi masih  belum sepenuhnya di mengerti. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi TD yaitu :
o   Faktor lingkungan
o   Faktor gaya hidup
(zerlina lalage.2013:44)
o  Stres atau perasaan tertekan.
o  Kegemukan (Obesitas).
o  Kebiasaan merokok.
o  Kurang berolahraga.
o  Kelainan kadar lemak dalam darah (Dislipidemia).
o  Konsumsi yang berlebihan atas garam, alkohol, dan makanan yang berlemak `        tinggi.
o  Kurang mengonsumsi makanan yang berserat dan diet yang tidak seimbang.
2.3 TANDA DAN GEJALA
Hipertensi essensial ditandai dengan adanya riwayat tekanan darah tinggi/ pernah menderita tekanan darah tinggi saat sebelum hamil,dan tekanan darah saat hamil antara 140/90 mmHg sampai 160/100mmHg . hipertensi essensial dapat berlangsung hingga aterm tanpa gejala menjadi pre eklamsia tidak murni yang di sertai gejala proteinuria,edema dan terdapat keluhan nyeri epigastrium,sakit kepala, penglihatan kabur dan mual serta muntah.


           
2.4 PATOFISIOLOGI
                        Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor pada medulla diotak. Dari pusat vasomotor ini bermula dari saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai factor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Individu dengan hipertensi sangat sensitive terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Pada saat bersamaan dimana system saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan vasokonstriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin. Rennin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler. Semua factor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi.
Untuk pertimbangan gerontology. Perubahan structural dan fungsional pada system pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung ( volume sekuncup ), mengakibatkan penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer ( Brunner & Suddarth, 2002 ).




2.5  PENCEGAHAN
Untuk pencegahan utama bagi hipertansi dapat dilakukan sebagai berikut :
o  Menjaga BB normal ( misalnya IMT 20-25 kg/m2)
o  Mengurangi asupan diet yang mengandung natrium sampai < 100 mmol/hari ( < 6 gram natrium klorida atau < 2,4 gram natrium /hari)
o  Melakukan aktifitas aerobik secara teratur misalnya jalan cepat ( ≥ 30 menit /hari,pada hampir setiap hari dalam seminggu)
o  Batasi konsumsi alkohol tidak > 3 unit/hari pada laki laki dan tidak > 2 unit /hari bagi perempuan
o  Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat (Sayur dan buah).
 ( zerlina lalage.2013:47)

2.6  PENGOBATAN
Pengobatan untuk hipertensi mudah saja yaitu hanya dengan melaksanakan pola hidup sehat dan pola makan yang sehat, program hamil vegetarian mungkin lebih cocok bagi ibu hamil yang memiliki kehamilan pertama di atas usia 30 tahun, mengurangi rasa cemas berlebihan, serta sering melakukan yoga atau pilates, dipercayai dapat menurunkan resiko pre eklamsia dan eklamsia.
Selain itu ibu bisa mengkonsumsi beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan TD seperti  coklat, buah jeruk, buah pisang dan ikan.
Dan  rutin melakukan pemeriksaan selama kehamilan  untuk memantau kenaikan TD dan kesehatan ibu dan janin.
2.7  DIAGNOSA BANDING
o    Hipertensi sekunder
o    Pre eklamsia ringan



2.8 PENANGANAN
1.         Pantau tekanan darah,proteinuria, dan kondisi janin setiap minggu.
2.         Jika tekanan  darah menigkat, tangani sebagai pre eklamsia.
3.         Jika kondisi jani memburuk, atau terjadi pertumbuhan janin terhambat , rawat dan pertimbangkan terminasi kehamilan.
    (Sarwono Prawirohardjo, 2011:211 )

Penanganan hipertensi dalam kehamilan dapat dibagi menjadi dua yaitu penanganan terhadap tekanan darah tinggi ibu itu sendiri dan penanganan terhadap janin yang akan dilahirkan. Penanganan tekanan darah tinggi ibu dapat dengan obat obatan ataupun hanya dengan perubahan posisi waktu istirahat disertai diet vitamin,antioksidan bila Tekanan darahnya belum terlalu tinggi.
Untuk janin perlu dipantau pertumbuhan janin misal dengan alat USG,dan dilakukan penilaian ancaman kegawatan janin misal dengan melihat gerakan janin, denyut jantung,volume air ketuban,gerakan pernafasan janin. Apabila dinilai janin sudah cukup kuat untuk dapat hidup di luar maka dilakukan terminasi kehamilan.cara pengakhiran kehamilan dapat dengan obat obatan maupun operasi caesar.
Yang terpenting lakukanlah pemeriksaan selama kehamilan secara teratur dan konsultasikan apabila ada suatu masalah yang terjadi dalam kehamilan.
            ( zerlina Lalage.2013:46-47)














2.9  KLASIFIKASI HIPERTENSI
Diagnosis
Tekanan Darah
Tanda lain
Hipertensi karena kehamilan
·         Hipertensi






·         Pre-eklamsia ringan
·         Pre-eklamsia berat





·         Eklamsia

·         Kenaikan tekana diastolik 15 mmHg atau >90 mmHg dalam 2 pengukuran berjarak 1 jam atu tekanan diastolik  sampai 110 mmHg.
·         Odema
·         Tekanan diastolic >110mmHg




·         Hipertensi

·         Proteinuria –
·         Kehamilan >20 mggu





·         proteinuria  +1
·         proteinuria +2
·         Oliguria
·         Hiperefleksia
·         Gangguan penglihatan
·         Nyeri Epigastrium
·         Kejang
Hipertensi Kronik
·         Hipertensi Kronik

·         Hipertensi

Kehamilan < 20 mggu
                                                 
     (Sarwono Prawirohardjo, 2011:208 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar